Waktu adalah Esensi Hidup



Hidup di dunia ini tidaklah lama, kehidupan yang sesungguhnya dan abadi hanya di akhirat kelak. Waktu yang Tuhan berikan di dunia tidaklah banyak, melainkan hanya sedikit, jika kita bandingkan dengan kehidupan di akhirat. Berdasarkan al-Qur’an surat as-Sajdah ayat 5.  “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun.”
Waktu yang begitu singkat namun banyak orang yang mengabaikannya, ini dibuktikan dengan masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang manusia lakukan, baik kepada Tuhannya maupun kepada sesama manusia itu sendiri. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan bermacam-macam seperti datang terlambat, masih sering melakukan maksiat dan mengabaikan perintah-perintah agama.
Manusia jua masih terlena akan keindahan dunia, ia menggunakan kesempatan hidup dengan menuruti nafsu. Waktu yang Tuhan berikan mereka sia-siakan, melupakan kewajiban akan kodratnya sebagai seorang manusia. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “Hidup ini hanya sebentar, maka (selagi belum mati) bersenang-senanglah sepuasnya.” Ungkapan ini biasanya mengarah kepada hal-hal yang negatif.
Waktu terus berputar, tidak akan pernah berhenti. Manusia tua tidak akan kembali muda dan yang muda tak mungkin tetap muda. Karena waktu berputar ke depan tak akan pernah berjalan mundur, ia tak akan pernah kembali untuk kedua kalinya, maka manfaatkanlah.
Berharganya waktu diibaratkan seperti uang, pepatah mengatakan “waktu adalah uang.” Bahkan mungkin lebih berharga daripada uang, uang hilang dapat dicari, waktu terbuang rugi sampai mati, waktu tak bisa diduplikat apalgi dipalsukan, tapi uang banyak dipalsukan. Yahya bin Ubairah berkata “ Waktu adalah sesuatu yang mudah hilang darimu, jagalah waktu seperti barang yang paling berharga.”
Arti waktu bukanlah hanya sekedar memanfaatkannya, ia akan lebih berharga bila kita juga merenunginya agar lebih bermakna. Memanfaatkan juga merenunginya agar tercipta di dalam hati kita, bahwa waktu itu sangat berharga, setiap detik yang kita lewati akan ditanyakan kelak, untuk apa waktu itu digunakan.
Hidup adalah waktu, karena hidup sendiri menjalani waktu. Keduanya tak akan terpisahkan. Sungguh rugi hidup seseorang yang menyia-nyiakan waktu. Dalam hidup, sejauh mana kau menghargai waktu, maka sejauh itulah kau menghargai sebuah hidup. Manfaatkanlah waktu yang telah diberikan, agar lebih bermakna.
Sang Maha Pencipta telah mengatur dan merancang waktu dengan sempurna, 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, sedemikian teraturnya Tuhan mengatur perputaran waktu agar manusia dapat menggunakannya dengan baik, bijak dan tidak berantakan.
Cobalah kita bijak agar waktu yang kita lewati dapat efisien, efisien waktu dapat meningkatkan kualitas tindakan. Yang membuat kualitas tindakan dapat menurun adalah karena ada kekosongan dalam tindakan itu. isilah tindakan-tindakan itu dengan kualitas jiwa dan hati yang tenang.
Selanjutnya, arti waktu adalah guru. Waktu adalah guru ungkapan ini dilontarkan oleh Pericles. Menurut saya, dikatakan guru karena ia dapat menasihati kita secara langsung. Ia memang tidak berbicara, namun dengan kita melewatkannya atau mengalaminya kita dapat menjadi lebih baik.
Waktu mengajarkan banyak hal, kedisiplinan, kemahiran mengatur, kecepatan dan ketepatan. Karena adanya waktu kita dapat disiplin dengan tidak datang telat, dengan adanya waktu kita dapat belajar mengatur hidup, dengan adanya waktu yang cepat dapat menuntun kita agar tidak bersantai-santai.
Hidup ini tentang pilihan, waktu yang datang begitu cepat menuntut kita agar lebih cepat menentukan langkah. “Hidup ini pilihan, ambil keputusan dan jangan pernah menyesalinya” demikian ungkapan Han dalam film Tokyo Drift. Ungkapan tersebut berarti kita harus cepat dan tepat mengambil keputusan, dan ketika keputusan sudah diambil, maka jangan pernah menyesali keputusan yang sudah kita pilih. 
Bijaklah dalam mengatur waktu, cobalah mulai menyadari akan pentingnya sebuah waktu. Anda dapat menjadi pribadi yang berkualitas dengan pintar mengatur waktu, sepintar apapun anda, jika buruk dalam mengatur sebuah waktu anda tak akan dianggap seorang yang cerdas. Dapat dipastikan segala sesuatu yang anda rencanakan akan berantakan.


  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Kajian Matan, Perawi dan Sanad dalam Islam serta Argumentasi Para Pembela dan Kaum Inkar Sunnah

Perjalanan (Part I)

WHEN LIFE'S WAY IS SO HARD