Tepat Waktu = Belajar Mentaati Aturan


Datang tepat waktu merupakan suatu hal yang sukar dilaksanakan, terlebih jika tak terbiasa. Sejak Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi, bahkan sampai kita tak lagi bersekolah, kita diajarkan untuk datang dan hadir tepat pada waktunya. Namun pelajaran itu jarang diaplikasikan dalam kehidupan nyata. 
Sebagai contoh, kita sering datang telat masuk kelas, telat mengumpulkan tugas, dan telat datang ke suatu acara. Ketika kita telat, biasanya kita mencari-cari alasan, agar keterlambatan itu dimaafkan. Tak jarang guru, dosen ataupun panitia memberikan hukuman atas keterlambatan yang kita lakukan. Setelah hukuman selesai dilaksanakan, kita merasa semuanya sudah hilang, tanpa kita mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi. 
Ini merupakan fenomena yang sudah sangat umum di negeri ini. Tak hanya anak-anak sekolah yang melakukan, para petinggi negara pun sering melakukannya. Maka jangan salahkan anak-anak bila datang terlambat, jika para orang tua pun melakukannya. 
Telat sebenarnya bisa dihindari, asal kita mempunyai kemauan dan niat untuk datang tepat waktu, hal-hal yang kita lakukan untuk menghindari telat adalah pertama, membaca situasi dan kondisi jalan, jika kita termasuk orang yang hidup di Jakarta atau pinggiran ibu kota Jakarta, di mana lalu lintas macet setiap pagi dan sore hari, maka cobalah berangakat lebih awal dari orang lain kebanyakan, agar kita bisa sampai lebih cepat dan tak terjebak macet. 
Langkah lain yang kita ambil untuk menghindari telat adalah pintar mengatur waktu, kita harus bisa memperkirakan waktu yang kita punya dengan jarak yang akan kita tempuh. Ketika kita pintar mengatur waktu, maka semua kegiatan atau aktivitas yang sudah ditentukan dan tertera dalam jadwal dapat dilaksanakan dan dihadiri tepat waktu.
Sedangkan untuk mahasiswa, yang mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) biasanya ia telat dengan alasan ada kegiatan perkuliahan. Namun, ini dapat kita siasati dengan memindahkan mata kuliah yang waktu pelaksanaannya bersamaan dengan kegiatan UKM, ke waktu-waktu kosong tanpa kegiatan, dengan catatan dosen dan mata kuliah yang diajarkan sama.  
Cara ini butuh keberanian mahasiswa untuk mengatakan yang sebenarnya, kenapa ia pindah kelas sedangkan absennya di kelas lain. kepada dosen yang tidak peduli dan tak pernah memperhatikan mahasiswa, ini merupakan hal yang sangat mudah dilakukan. Tetapi, kepada dosen-dosen yang killer dan sangat teliti memperhatikan mahasiswa, cara tersebut merupakan hal yang sulit. Karena ketika mahasiswa meminta izin untuk masuk ke kelas lain, walaupun dosen dan mata kuliahnya sama, biasanya ia tak pernah mengizinkan. 
Usahakan jangan tidur mendekati waktu pelaksanaan kegiatan. Salah satu alasan yang sering digunakan ketika datang terlambat adalah ketiduran. Kebanyakan orang menunggu mulainya kegiatan dengan tidur-tiduran, hingga akhirnya ketiduran sampai melewati batas waktu kegiatan dimulai. Tetapi, jika kita merasa ngantuk berat, mintalah kepada teman untuk membangunkan ketika kegiatan dimulai.  Selanjutnya, agar tidak datang terlambat, biasanya kita menulis jadwal atau rincian waktu kegiatan, ini digunakan untuk mengingatkan kita, kalau sewaktu-waktu kita lupa akan waktu berlangsungnya kegiatan. Ingatan biasanya mudah hilang, tapi tulisan ia akan selalu ada dan mengingatkan. 
Pepatah Arab mengatakan, jika diibaratkan tulisan itu seperti tali, yang mengikat binatang buas, yang dimaksud binatang buas adalah ilmu. Dapat kita kiaskan ilmu itu dengan jadwal kegiatan kita, agar kegiatan kita tersusun dan terlaksana dengan rapi dan tanpa hambatan, maka cobalah untuk menuliskannya.  
Terakhir, meminta teman untuk mengingatkan, ditakutkan jadwal yang sudah kita tulis tidak kita baca dan kita benar-benar lupa dengan kegiatan yang lain. Saling mengingatkan satu sama lain kepada kebaikan adalah salah satu perintah agama.  



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Kajian Matan, Perawi dan Sanad dalam Islam serta Argumentasi Para Pembela dan Kaum Inkar Sunnah

Perjalanan (Part I)

WHEN LIFE'S WAY IS SO HARD