Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Mahluk Sosial

Gambar
          Di dalam kehidupan sehari - hari, kita pasti membutuhkan orang lain. Tidak mungkin manusia dapat hidup sendirian, karena manusia adalah makhluk sosial. dalam bermain saja kita membutuhkan kawan, baik di rumah, di sekolah, maupun di mana saja. Tak bisa dibayangkan bagaimana rasanya tidak punya kawan, pasti hidup kita merasa tidak nyaman karena kita tidak mempunyai kawan bermain. Biasanya kita lebih senang bermain dengan kawan-kawan yang seumuran. Agar tercipta suatu pergaulan yang erat, maka kita harus tetap menjaga diri jangan sampai kawan merasa tersinggung oleh sikap dan perbuatan kita, tetapi sebaliknya kita harus berusaha selalu akrab dan rukun. Di dalam pergaulan pun tidak boleh membeda-bedakan kawan. Sebab semua kawan adalah saudara kita, baik kaya atau miskin, baik pintar atau miskin, baik hitam atau putih. Arti kawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang sudah lama dikenal dan sering berhubunga...

Tepat Waktu = Belajar Mentaati Aturan

Datang tepat waktu merupakan suatu hal yang sukar dilaksanakan, terlebih jika tak terbiasa. Sejak Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi, bahkan sampai kita tak lagi bersekolah, kita diajarkan untuk datang dan hadir tepat pada waktunya. Namun pelajaran itu jarang diaplikasikan dalam kehidupan nyata.   Sebagai contoh, kita sering datang telat masuk kelas, telat mengumpulkan tugas, dan telat datang ke suatu acara. Ketika kita telat, biasanya kita mencari-cari alasan, agar keterlambatan itu dimaafkan. Tak jarang guru, dosen ataupun panitia memberikan hukuman atas keterlambatan yang kita lakukan. Setelah hukuman selesai dilaksanakan, kita merasa semuanya sudah hilang, tanpa kita mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi.   Ini merupakan fenomena yang sudah sangat umum di negeri ini. Tak hanya anak-anak sekolah yang melakukan, para petinggi negara pun sering melakukannya. Maka jangan salahkan anak-anak bila datang terlambat, jika para orang tua pun melakukannya.  ...

Waktu adalah Esensi Hidup

Hidup di dunia ini tidaklah lama, kehidupan yang sesungguhnya dan abadi hanya di akhirat kelak. Waktu yang Tuhan berikan di dunia tidaklah banyak, melainkan hanya sedikit, jika kita bandingkan dengan kehidupan di akhirat. Berdasarkan al-Qur’an surat as-Sajdah ayat 5.   “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun.” Waktu yang begitu singkat namun banyak orang yang mengabaikannya, ini dibuktikan dengan masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang manusia lakukan, baik kepada Tuhannya maupun kepada sesama manusia itu sendiri. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan bermacam-macam seperti datang terlambat, masih sering melakukan maksiat dan mengabaikan perintah-perintah agama. Manusia jua masih terlena akan keindahan dunia, ia menggunakan kesempatan hidup dengan menuruti nafsu. Waktu yang Tuhan berikan mereka sia-siakan, melupakan kewajiban akan kodratnya sebagai seorang manusia. Bahkan ada ...

Komitmen : Sebuah Pengingat

Era modern seperti sekarang, banyak orang mudah berkata manis nan indah. Ucapan-ucapan yang dilontarkan pun bermacam-macam, rayuan, iming-iming, maupun berupa janji-janji manis yang mempesona, hingga dapat membuat banyak orang terpikat. Orang mudah mengucapkan janji-janji dan membuat sebuah komitmen, namun miskin yang dapat menepati dan merealisasikannya. Ini bukanlah yang tabu dan aneh, bahkan mungkin sudah menjadi hal yang biasa, khususnya di panggung politik. Tapi menurut saya, akan menjadi hal yang sangat tidak wajar apabila ini terjadi di kehidupan masyarakat sehari-hari. Masyarakat yang notabene tahu bahwa, tidak menepati janji atau mengingkari sebuah komitmen yang sudah dibuat adalah hal yang sangat dilarang, bukan hanya oleh hukum adat, pun oleh agama. Bagi saya arti sebuah janji dan komitmen itu sama, sama-sama harus direalisasikan dalam kehidupan nyata. Makna komitmen sendiri menurut   Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perjanjian (keterikatan) untuk ...