Perjalanan (Part I)

Berawal dari hari dimana kita bersama memulai langkah pengembaraan. Iya kita, saya, dan teman-teman yg lain. Fitri Hadiwijaya, Maula As-Sholikh, dan satu yg lain.
Hari itu, kita benar-benar buta tempat tujuan. Yang kita tahu hanya coretan alamat-alamat yg hendak dituju. Hanya ada satu penunjuk Fitri's brother, Hambali Hadiwijaya.
Pagi yg cerah menyapa di daerah ujung jawa tengah, Losari nama tempatnya. Kita bersiap menempuh perjalanan ke ibukota negara ini, negara yg penuh dg intrik dan drama, namun kita tetap berharap yg terbaik untuknya.
Diantar oleh ibu Fitri yang dari raut mukanya tergambar kecemasan, berat untuk melepas kepergian kita, kepergian Fitri lebih tepatnya. Karena memang sudah khawatir sejak sehari sebelumnya. Tapi Fitri meyakinkan, bahwa tidak akan terjadi apa-apa.
Perjalanan ini, perjalanan awal menuju cita-cita kami. Langkah awal yg begitu penting untuk sebuah cita. Tes ! Begitu kita menyebutnya.
Iya perjalanan yg cukup jauh bila diukur jarak kilo meter. Tapi hanya perjalanan yg begitu dekat bila diukur dengan niat. Keberangkatan itu menggunakan sebuah bus, yg masyarakat umum juga gunakan. Tak ada hambatan dalam perjalanan yg ada hanya kecemasan dalam hati masing-masing.
Setibanya kami di ranah tujuan, kami sempat bingung, dimanakah kami diturunkan ? Sebuah terminal yg kami tuju tak terlihat, yg ada hanya sebuah halte bus dan arus kendaraan yg berlalu lalang.
To be continued....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Kajian Matan, Perawi dan Sanad dalam Islam serta Argumentasi Para Pembela dan Kaum Inkar Sunnah

WHEN LIFE'S WAY IS SO HARD