Mahluk Sosial


          Di dalam kehidupan sehari - hari, kita pasti membutuhkan orang lain. Tidak mungkin manusia dapat hidup sendirian, karena manusia adalah makhluk sosial. dalam bermain saja kita membutuhkan kawan, baik di rumah, di sekolah, maupun di mana saja. Tak bisa dibayangkan bagaimana rasanya tidak punya kawan, pasti hidup kita merasa tidak nyaman karena kita tidak mempunyai kawan bermain. Biasanya kita lebih senang bermain dengan kawan-kawan yang seumuran.
Agar tercipta suatu pergaulan yang erat, maka kita harus tetap menjaga diri jangan sampai kawan merasa tersinggung oleh sikap dan perbuatan kita, tetapi sebaliknya kita harus berusaha selalu akrab dan rukun. Di dalam pergaulan pun tidak boleh membeda-bedakan kawan. Sebab semua kawan adalah saudara kita, baik kaya atau miskin, baik pintar atau miskin, baik hitam atau putih.
Arti kawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang sudah lama dikenal dan sering berhubungan di hal tertentu. Maka dari itu, jangan sekali-kali menyakiti hatinya. Karena itu, akan membuat ia sakit hati atau kita dianggap bukanlah seorang kawan yang setia.
Kesetiaan dapat membawa kerukunan dan kedamaian, karena ia merupakan sesuatu yang mahal harganya. Setia sendiri dalam KBBI berarti berpegang teguh;patuh;taat. Dan arti setia kawan sendiri adalah perasaan bersatu; sependapat; sekepentingan; dan solider. Namun, apakah sependapat itu harus sama ? saya pikir tidak. Apabila itu menyangkut hal yang negatif. Contoh, apabila kita tak sependapat dengan kawan kita, bahwa melakukan hal mencuri itu dibolehkan ataupun hal negatif lainnya, maka kita wajib menolak hal itu.
Yang jelas, kesetia kawanan itu tidak selalu harus sependapat, kadang dalam kesetia kawanan juga ada perbedaan. Entah itu memilih antara A atau B, kanan atau pun kiri. Hal itu lumrah dalam pergaulan sehari-hari sesama kawan. Namun kesetia kawanan juga penting dalam kegiatan sehari-hari. Agar tercipta suasana hati yang tenang dan saling merasa nyaman.
Dalam kehidupan sehari-hari, dan pergaulan sesama kawan, ada peraturan-peraturan yang harus dimengerti oleh satu sama lain. Peraturan ini tidak tertulis, namun mesti di aplikasikan dan dilakukan. Hal ini untuk meminimalisir kegaduhan atau menghilangkan aroma permusuhan.
Peraturan-pertauran yang dimaksud adalah bersikap jujur dan saling menghormati, jangan menyakiti sesama kawan atau teman, seandainya punya makanan jangan lupa bagi-bagi, mengucapkan selamat atas prestasi atau kebahagiaan yang didapat teman, berduka apabila mendapat musibah atau kesusahan, saling menasihati, saling tolong menolong dalam hal kebenaran, bermusyawarah apabila terdapat perselisihan.  
Dengan begitu, pergaulan dengan kawan-kawan kita selalu terjalin baik, kesetiaan yang dibangun tidak mudah runtuh, dan akan tetap kokoh, perselisihan dan permusuhan dapat dihindari, kepercayaan bertambah, rasa kesepian pun hilang, dan aroma persaudaraan pun semakin menyengat. 

           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Kajian Matan, Perawi dan Sanad dalam Islam serta Argumentasi Para Pembela dan Kaum Inkar Sunnah

Perjalanan (Part I)

WHEN LIFE'S WAY IS SO HARD