Pidato dan Penyusunan Naskah Pidato



BAB I
PENDAHULUAN
Pidato adalah suatu keterampilan berbicara yang sangat penting dalam suatu acara seperti pada acara hari sumpah pemuda, peringatn maulid nabi, peringatan isra’ mi’raj dan lain sebgainya. Pidato juga merupakan salah stau sarana agar kita terampil dalam berbicara dimuka umum, sekarang muncul pertanyaan, apa itu pidato ? dan bagaimana cara mmepersiapkan naskah pidato ? agar ketika berpidato nanti kita tidak kejang dan mati kutu. 

      BAB II
         PEMBAHASAN
A.    PIDATO
Secara bahasa pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yg ditujukan kpd orang banyak; wacana yg disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.[1] Secara istilah pidato adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapatnya, atau memberikan gambaran tentang suatu hal.[2] Pidato biasanya dibawakan oleh seorang yang memberikan orasi-orasi dan pernyataan tentang suatu hal/peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan. Dalam berpidato diperlukan persiapan yang matang, mulai dari mental ataupun materi yang akan disampaikan. Dan hal ini bukanlah perkara yang mudah, lalu bagaimana cara menyiapakan materi pidato agar dapat berhasil.?

B.     PENYUSUNAN NASKAH PIDATO
Penyusunan naskah pidato merupakan salah satu persiapan yang harus dipersiapkan sebelum berpidato. Hal ini diperlukan agar dalam berpidato nanti materi yang dibahas tidak berantakan, artinya pembicara bisa mendetail dan fokus di dalam menyampaikan materi nanti. Tidak meluas kemana-mana. Dan penyusunan ini juga diperlukan agar nanti pembicara bisa terhindar dari kesalahan yang fatal seperti, menyinggung unsur sara, mengambil data yang salah dan tidak valid dan lainnya.

Secara garis besar kerangka pidato terbagi menjadi tiga bagian yaitu :

1.      Pembukaan
Pembukaan merupakan salah satu  hal penting dalam berpidato. Karena ini merupakan pembuka anda seblum masuk kedalam materi yang akan anda sampaikan kepada pendengar. Pembukaan biasanya diawali dengan salam. Bagi umat Islam salam biasanya berupa “assalamu’alaikum wr. wb.” Sedangkan bagi umat yang non-muslim biasanya cukup dengan sapaan “selamat pagi”  atau yang lainnya, disesuaikan dengan kondisi waktu saat itu. Namun, jika audien atau para hadirin yang sebagai pendengar adalh beragam bukan hanya dari orang muslim, maka anda dapat membuka salam dengan assalamu’alaikum wr.wb. lalu dilanjutkan dengan salam sejahtera untuk kita semua.
Setelah mengucapkan salam pembuka, biasanya pembicara melanjutkan dengan ucapan syukur, shalawat (bagi yang muslim), ucapan penghormatan dan ucapan terima kasihdan pentebutan tema ynag akan disampaikan. Yang jelas setiap pembicara mempunyai gayanya masing-masing.
2.      Isi
Isi biasanya terdiri dari gagasan-gagasan yang hendak dicapai atau nasihat-nasihat. Pada bagian ini, pembicara menerangkan secara sistematis hal-hal yang ingin disampaikan sesuai poin-poin yang telah ditetapkan seperti :
Ø  Pentingnya mengikuti dan menjalankan sunnah nabi
Ø  Ajakan untuk taqwa
Ø  Ajakan untuk berbuat baik
Ø  Mengingatkan akan pentingnya bersosial
Ø  Dan lain-lain

3.      Penutup
Penutup pidato merupakan akhir dari rangkaian pembicaraan anda. Sebelum salam penutup diucapkan biasanya, terlebih biasanya pembicara menyimpulkan  terlebih dahulu apa yang telah ia sampaikan, dan mengajak atau menghimbau kepada para hadirin untuk menjalankan atau tidak menjalanakan; dan atau untuk mentaati dan atau untuk tidak mentaati. Dan kemudian permintaan maaf kepada para hadirin atas pidato anda, mungkin dalam pidato anda ada kata-kata yang kurang mengenakkan dan kurang berkenan di hati para hadirin. Setalh itu baru pembicara mengucapkan salam penutup.
Susunlah teks pidato anda semenarik mungkin, dengan memeperhatikan sumber-sumber yang valid, jangan sampai sumber yang anda gunakan salah dan tidak jelas. Apalagi mengenai ayat-ayat al-Qur’an, hadist-hadist nabi, kutipan-kutipan para tokoh dan lain-lain. Setelah mendapat sumber-sumber yang valid dan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, kemudian perhatikanlah rangkaian kata yang hendak disampaikan kepada hadirin, salah satunya adalah dengan menyusun naskah tersebut dengan runtut dan sistematis. Dan yang terahir suntinglah kembali naskah pidato yang sudah dibuat untuk meminimalisir kesalahan.
C.    CONTOH PIDATO
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bapak/ibu-ibu dan seluruh hadirin wal hadirat yang senantiasa dirahmati oleh AllahSWT.
Marilah pertama-tama kita menghaturkan puja dan puji syukul Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak-banyak kenikmatan yang tak akan dapat kita hitung. Shalawat serta salam tak lupa juga marilah kita sampaikan keoada nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari jaman jahiliah yang begitu gelap gulita ke ajaman yang penuh berkah dengan cahaya yang terang benderang.
Bapak/ibu-ibu dan seluruh hadirin wal hadirat yang senantiasa dirahmati oleh AllahSWT.
Sebelum saya memulai pidato saya kali ini, maka perkenankan saya disini untuk memberikan sedikit ilmu kepada hadirin sekalian dengan tema Birrul Walidain.
Birrul Walidain atau berbakti kepada kedua orang tua dalam agama kita merupakan salah satu kebaikan bahwa suatu kewajiban yang sangat krusial bahkan Birrul Walidain termasuk ke dalam 3 hal yang selalu Allah sandingan dalam AL Quran yaitu Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rosulnya dan yang ketiga adalah bersyukurkan kepada Allah dan kepada orang tua. Melihat hal tersebut tentunya Birrul Walidain benar-benar suatu hal yang sangat penting dan merupakan suatu ibadah yang paling agung di dalam Islam setelah mentauhidkan Allah.
Kewajiban berbakti kepada orang tua ini bahkan bisa dibilang mutlak dan hukumnya fardhu ain. Sehingga siapapun orang tua, apapun pekerjaannya, apapu jabatannya, bagaimana kehidupan pribadinya semua tak bisa menghalangi kita untuk tiak berbakti kita kepada orang tua.
Dalam sebuah firman Allah QS AL Lukman ayat 14 di sebutkan yang artinya: :

"dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu"

Bapak/ibu-ibu dan seluruh hadirin wal hadirat yang senantiasa dirahmati oleh Allah SWT.
Orang tua merupakan pintu gerbang yang menghubungkan antara dunia manusia dengan akherat. Adanya kita sekarang ini di dunia tak lain dan tak bukan adalah karena adanya keberadaan orang tua kita. Disamping itu karena beliau pulalah kemudian kita bisa tubuh dan berembang hingga kita sekarang ini. bahkan tanpa mengeluh, tanpa protes dan dengan hati ikhlas tetap saja mendampingi kita dengan penuh kesabaran. Sehingga melihat segala perjuanganya, bahkan bumi seisinya tak akan bisa membalas segala kebaikan yang telah orang tua berikan kepada kita. Sehingga pada akhirnya cara kita membalasnya hanya dengan cara berbakti kepadanya.
Bapak/ibu-ibu dan seluruh hadirin wal hadirat yang senantiasa dirahmati oleh Allah SWT.
Kiranya cukup sekian pidato yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya sekali lagi saya mohon maaf.
Akhirul Kalam. Wabillahi Taufiq Walhidayah.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 
BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Pidato bukanlah suatu hal yang mudah, maka dari itu, perlu kematangan persiapan yang panjang. Mulai dari mental maupun penyusunan naskah. Adapun penyusunan naskah yang baik dan benar adalah dengan memperhatikan bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang baik dan sopan tidak merendahkan etnis dan ras golongan tertentu dan sumber yang digunakan juga harus bisa dipertanggungjawabkan dan dari sumber yang benar serta valid. Adapun secar garis besar naskah pidato itu terdiri dari tiga bagian yaitu, pembukaan, isi, dan penutup
2.      SARAN
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu, penulis mengaharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca yang budiman. Agar bisa menjadi bahan evaluasi dan pelajaran di masa yang akan datang.













DAFTAR PUSTAKA
Pusat Bahasa, KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta 2013
Adha Kholifatul, Panduan Mudah Public Speaking, Notebook;Jakarta 2009
Montefiore, Simon Sebag. Pidato-pidato yang mengubah dunia. Surabaya: 2009 Erlangga.




[1] Pusat Bahasa, KBBI, Departemen Pendidikan Nasional
[2] Kholifatul Adha, Panduan Mudah Public Speaking, (notebook, Jakarta 2009) hal.70

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Kajian Matan, Perawi dan Sanad dalam Islam serta Argumentasi Para Pembela dan Kaum Inkar Sunnah

Perjalanan (Part I)

WHEN LIFE'S WAY IS SO HARD